Mohon maaf, Lemonade pindah ke sini
Tampilkan postingan dengan label Corat-Coret. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Corat-Coret. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Februari 2014
Sabtu, 04 Januari 2014
Raka Catra dalam Cerita
Halo,
saya Raka.
Tidak
perlu banyak nanya saya ini siapa.
Disini
saya cuma ingin menitipkan beberapa cerita.
Kalau
mau baca, terima kasih.
Kalau
tidak ya, silahkan klik exit pada page ini.
Selasa, 31 Desember 2013
Rafa
Rafa
Namanya
Rafa. Rafael Janitra lebih lengkapnya. Sosok laki-laki berusia dua tahun lebih
tua dariku itu tinggal diujung gang. Rumah dua lantai dengan atap genteng warna
merah, banyak tidak dianggap oleh masyarakat sekitar, begitupula dengan
penghuninya.
Rafa, orang-orang memanggilnya
demikian. Sosoknya yang aneh dan kadang berubah-ubah. Kata orang Rafa adalah
mantan narapidana narkoba yan ditinggal mati kedua orangtuanya. Versi lain
menyebutkan Rafa adalah pemuda dengan gangguan jiwa yang sengaja diasingkan
oleh pihak keluarganya.
Rafa, menurutku dia pemuda unik.
Semenjak kepindahanku ke kota ini dua tahun yang lalu, aku mengenalnya secara
berbeda. Hampir setiap hari aku mengunjungi rumah diujung gang tersebut untuk
berbincang dengannya ataupun sekedar mampir.
***
Kamis, 10 Oktober 2013
(Dibuang Sayang) Senja di Borneo
“Bu,
kenapa langit senja selalu tampak indah?”
“Karena ini senja di Borneo.”
***
Hari ini, aku bangun lebih pagi.
Melawan dinginnya semilir angin yang merasuk dan bergegas menuju tambak ikan.
Aku telah berjanji padanya untuk pergi menjaga tambak bersama.
“Tius, apa hari ini giliranmu yang
menjaga tambak?” tanyaku saat mendapati Tius tengah duduk-duduk dipinggir
tambak.
“Iya, Bu…” jawabnya singkat.
Matius atau yang akrab dipanggil
Tius adalah anak dari orangtua asuhku selama di Kalimantan. Ya, aku sedang
menjalankan tugas sebagai asisten konsultan sebuah perusahaan yang bergerak
dibidang kehutanan. Dua bulan lalu, saat pertama kali aku menginjakkan kaki di
Desa Labuangkalo, Tius adalah orang pertama yang membantuku untuk membawa
ransel dan barang bawaan lainnya.
Tius, bocah kecil dengan kulit
coklat tersengat sinar matahari ini, kini menatap kosong hamparan air tambak
didepannya. Tak biasanya ia seperti ini.
“Tius, kamu kenapa?” tanyaku
penasaran.
“Pak Guru Saidi pulang ke Jawa.
Tidak ada lagi guru disekolah kami, Bu.” ucapnya pelan.
“Pak Guru Saidi?”
“…” Tius hanya menatapku tanpa ucap.
(Dibuang Sayang) Membunuh Kawan
Membunuh Kawan
Membunuh kawan? Apa itu sesuatu yang
wajar? Tidak wajar bukan? Faktanya, aku telah berulang kali melakukannya.
Membunuh kawan kulakukan tidak secara ragawi, melainkan secara verbal. Lewat
kata-kata yang kutuangkan dalam tulisan.
Pekerjaan sebagai seorang jurnalis
membuatku harus melakukan tindakan yang bagi seorang kawan tak layak dilakukan
itu. Profesionalitas. Satu kata itu yang harus kuutamakan saat aku sedang
menyusun rencana untuk membunuh kawanku sendiri, Hendriawan Trilaksmono, seorang
mantan petinggi salah satu bank swasta. Sejak kudengar kasusnya tentang
penggelapan dana seorang nasabah dua tahun silam, aku terus memburu beritanya.
Sekali lagi aku menekankan,
profesionalitas. Profesionalitas tidak mengenal apakah ia dulu bekas teman
sebangkumu kala SMA atau tidak. Profesionalitas hanya mengenal berita yang aktual
dan disajikan secara obyektif. Kini profesiolitasku berteman dengan sebuah
tindakan membunuh kawan. Aku mengeksekusi kawan lamaku itu dengan sebuah
headline, “Lagi, Trilaksmono Menghisap Madu Nasabah” yang terbit diminggu lalu.
Beberapa hari setelah headline
tersebut terbit, kudengar sayup dari suara Televisi, “Pelaku penggelapan dana
nasabah, Hendriawan Trialaksmono, ditemukan bunuh diri di apartemennya pagi
tadi…”
Sedetik kemudian air mataku
mengalir.
(Mencoba) Resensi Novel "Dramaturgi Dovina"
Judul : Dramaturgi Dovima
Penulis : Faris Rachman-Hussain
Halaman : 232 halaman
Genre : Metropop
Penerbit : Gramedia
Tahun Terbit : 2013
Ini
novel metropop pertama yang pernah saya baca dalam waktu dua hari nonstop.
Semenjak pertama kali membaca genre ini semasa SMP, saya tertarik meskipun
sedikit. Awal minggu ini, saya sengaja mampir ke toko buku (karena baru dapat rejeki dari tulisan J
hehe) dan segera memburu buku baru.
Langsung
menuju benang merah…
Novel
metropop ini saya suka. Sangat suka bahkan. Kenapa? Karena banyak penggunakan
nama-nama yang “Indonesia banget” seperti Seruni Said, Imadji Djasin, dan
lain-lain. Becerita tentang kehidupan berliku dari seorang Dovima Said, seorang
calon reporter majalah Kala. Kehidupan Dovima diceritakan unik, tidak runtut,
namun memberikan kesan penasaran yang manis.
Diksi
yang digunakan, saya suka. Salah satunya adalah “kecantikan yang mengintimidasi”.
Great!
Pesan
untuk selalu berkerja keras dan pantang menyerah yang didapat dari seorang
wartawan yang menunggu narasumbernya, terlihat jelas didalam novel ini.
Kelemahannya
(ini subjektif) adalah penempatan gambar secangkir kopi atau the dan selembar
surat kabar pada bagian atas setiap bab baru yang saya rasa mengganggu. Itu
saja kelemahannya yang menurut saya tidak mengurangi nilai metropop-itas novel
ini.
Well (kata-kata ini banyak ditemukan
dibagian dalam novel), novel ini sangat dianjurkan untuk para pembaca setia
metropop ataupun pembaca yang mulai bosan dengan kisah remaja yang
itu-itu saja serta menginginkan Susana baru.
Selamat
membaca!
Rabu, 31 Juli 2013
Fork, Spoon, and Chopstick
Fork, Spoon, and
Chopstick
(Garpu, Sendok, dan
Sumpit)
“She can’t live beside me in
Korea, Mom.”
“Honey,
she’s your first love, right? She’ll be your wife soon. Did you remember your
words with Grandpa before he passed away?”
“Mom,
everything was changing. And I’m in a contract with my group not to married
before the contract was end. Please, Mom. Don’t let her move to Korea. At least
for three or four years later.”
“Honey,
she already touchdown in Incheon. Pick her as soon as possible. She have nothing
in Korea. I love you sweetheart.”
“Mom!!!”
***
Heebum, please back to me
Tuttt….Tuuuuttt…
“Oo, waeyo Heechul-ah?” Teuk menerima panggilan dari Heechul.
“Leeteuk-ah, apa kau ada jadwal hari ini?”Heechul bertanya dengan
khawatir.
“Hari ini ada latihan,
beberapa talkshow dan aku akan ke Kona Beans. Waeyo?” Teuk sekali lagi bertanya.
“Bulan ini Heebum harus medical check up. Sementara aku tidak
bisa minta ijin keluar dari Mess. Maukah kau mengantarnya ke Pet Shop?”Heechul
memohon.
“Dimana Pet Shopnya?
Apakah masih didaerah Seoul?”
“Daerah, Gangnam-Gu.
Tempat biasanya Hyuk mengantar Choco.”
“Oh, arrasseo. Ada lagi yang kau
khawatirkan?”
“Anneyo. Hanya itu yang membuatku tidak tenang. Gomapta,”
Klik.
Heechul menutup panggilan.
Tiba-tiba
Hyuk datang dan menanyakan siapa yang baru saja menelponnya.
“Dari siapa, hyung? Eomma-mu?” Tanya Hyuk sambil makan pisang.
“Heechul. Dia memintaku
mengantar Heebum ke Pet Shop.”jawab Teuk.
“Mwo? Sayang sekali dia sama Heebum. Heebum-ah, Appamu terlalu
khawatir padamu!”teriak Hyuk pada Heebum yang sedang bermain bersama Choco dan
Champagne.
Teuk
berjalan mendekati Heebum lalu menggendongnya.
“Heebum-ah, kau tampak
sehat. Mengapa ia begitu khawatir padamu ya?”Teuk berbicara pada Heebum yang
ada digendongannya.
“Kau akan membawa Heebum
ketempat latihan, hyung?”hyuk tampak
penasaran.
“Tentu saja. Jadwal kita
begitu padat hari ini. Tapi akan kusempatkan untuk mengantarnya ke Pet
Shop.”Teuk baik sekali.
Minggu, 05 Mei 2013
Surat untuk Film Indonesia
Berawal dari beberapa
potongan gambar
Kemudian imajinasi terkembang
Terima kasih Film
Indonesia
Dear Cinta,
Halo
cinta, bagaimana kabarmu? Terakhir kita bertemu adalah beberapa bulan yang
lalu, tepatnya sebelum aku ujian tengah semester. Waktu itu aku sedang penat,
karena tidak tau harus apa akhirnya aku pergi kesuatu tempat. Disana aku
berdiri cukup lama, mengantri dengan sabar, kemudian memasuki sebuah ruangan
gelap tempat kita biasa bertemu. Suara proyektor yang tepat diatasku membuatku
bergembira karena sebentar lagi kita akan bertemu. Kamulah penghilang penatku
saat itu.
Selasa, 09 April 2013
How I Miss Him So Much
How I miss him so much...
Aku rindu papa, ya aku rindu lelaki hebat berusia kepala 5
itu. Sosok pria diam yang tak banyak kata.
Senin, 18 Maret 2013
Sepotong Motivasi
Minggu, 17 Maret 2013 BKlass mengadakan Try Out di RSPD.
Satu sesi acara yang palingaku tunggu adalah sesi Motivasi. Kenapa? Karena tahun lalu sesi motivasi diisi oleh Ustad Fathan Fantastic, dan selalu menjadi perhatian.
Maka dari itu, aku stay didekat peserta Try Out dan mencoba untuk membuka pikiran.
Sabtu, 09 Maret 2013
Dibalik Cabe Rawit
cr : klinik fotografi kompas
9 Maret 2013, pukul 11.43 WIB di Pasar Tradisional Kota Klaten
Ceritanya hari ini lagi ada quality time sama Mama. Aku nemenin Mama belanja sayur dipasar. Enggak tahu kenapa, Mama milih belanja sayur didekat parkiran motor yang notabene sayurnya nggak terlalu lengkap.
Guess what?
Rabu, 06 Maret 2013
Dia
Dia....
Dia berambut hitam sebahu.
Dia juga mempunyai mata yang terlampau sendu.
Dia salah satu yang tak sempat hilang dipikiranku.
Dia....
Dia yang selalu lewat didepan koridor tempatku bekerja.
Dia yang hampir setiap hari mengantarkan segelas kopi saat senja berakhir.
Dia dan mata yang terlampau sendunya itu.
Dia....
Dia datang pukul delapan tepat.
Dia dan bunyi alas sepatunya yang berdercit terkena lantai.
Dia yang membawa secangkir semangat saat kantuk melanda.
Dia....
Dia mungkin telah bahagia disana.
Dia yang enggan dari benak ini, kini mengepakkan sayap pergi.
Dia melayang tinggi.
Jumat, 08 Februari 2013
Romansa Pisang Goreng
Ini cerita yang pernah aku kirim kesalah satu penerbit
mungkin masih banyak kurang disana-sini
jadi harus kusimpan dalam blogspot
ps. salah satu nama yang digunakan terinspirasi dari
kakak tingkat dikampus
selamat membaca
DO NOT COPY PASTE
ALLOH KNOW EVERYTHING TOU DO^^
Romansa
Pisang Goreng
Langkah kaki ini
terasa berat saat memasuki gerbang sekolahku yang baru. Entah mengapa aku
serasa enggan memasuki tempat ini padahal jam sudah hampir menunjukkan pukul
tujuh tepat. Tatapan mata dari siswa-siswi lain membuatku seakan terintimidasi.
Aku ingin kembali ke ibukota, rontaku dalam hati.
“Ruang kelas XII IPA 1
dimana?”aku menghentikan langkah kaki seorang siswi yang tengah berkutat dengan
buku tebal ditangannya. Ia hanya mendongak lalu memperhatikan penampilanku dari
ujung kepala hingga ujung kakiku.
“Di ujung koridor belok
kanan. Ada papan namanya dipintu,”tanpa berucap terimakasih, aku langsung
menuju tempat yang ia sebutkan.
Kamis, 07 Februari 2013
Happy Valentine Hunhan
DO NOT COPY
ALLOH KNOW EVERYTHING YOU DO^^
"HAPPY VALENTINE HUNHAN"
Cast : Oh Sehun & Xi Luhan
Ingus, remahan biskuit yang berceceran dilantai dan tumpahan susu di bed adalah hal yang berhasil membuat hormon adrenalinku mencuat naik. Bagaimana tidak, hampir setiap hari aku membersihkan sisa-sisa makanan dan lendir yang menjijikkan itu sebelum berangkat sekolah.
Dia bukan adikku. Dia bukan saudaraku, baik dari pihak ibu maupun dari pihak Ayah. Dia bahkan tidak punya hubungan darah denganku. Tapi hampir setahun ini dia terus menempel pada kehidupanku, meninggalkan remahan biskuit yang sangat kubenci dilantai sehingga kakiku tak jenak melangkah.
Sehun adalah anak dari calon ibu tiriku. Ya, ayahku dan ibunya memang sudah lama berpacaran. Mungkin ayah merasa kesepian karena hampir belasan tahun hidup sendiri dan harus mengurusiku setiap hari. Sehun dan aku sebaya. Tanggal lahir kami hanya terpaut tujuh hari. Namun jangan samakan aku dengan dia. Karena kami jelas berbeda. Aku normal dan dia istimewa. Terlampau istimewa karena pada usianya sekarang, ia masih harus minum susu dari botol.
Senin, 03 Desember 2012
Plot 2 (Sidewalk)
Ramai? Ya, tempat ini ramai dipadati puluhan pejalan kaki
yang sengaja atau hanya sekedar berhenti untuk menikmati petikan gitar dan
alunan nada dari pengamen jalanan. Aku berani menyebut pegelaran musik kecil-kecilan
ini sebagai titik dimana aku mendapatkan kembali semangatku untuk meraih cita.
Raut wajah para pejalan kaki yang sumringah saat menikmati petikan gitarku
membuatku semakin larut dan terbuai indah. Semoga suatu saat nanti aku dan
mereka bisa merasakan buaian tatapan diatas panggung yang sebenarnya
Negara Agraris Pengimpor Beras?
Negara Agraris
Pengimpor Beras
Pangan merupakan kebutuhan dasar yang pemintaannya terus
meningkat seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan kualitas
hidup.
Pangan dihasilkan melalui suatu kegiatan yang sering kita sebut dengan
pertanian. Kata pertanian erat kaitannya dengan negara agraris itu sendiri.
Indonesia termasuk kedalam tiga besar negara agraris tersebut. negara agraris
adalah negara yang sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian
sebagai petani. Mata pencaharian penduduk Indonesia pada umumnya adalah petani.
Berbagai hasil pertanian diunggulkan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.
Para petani pun mendapat posisi yang mulia dengan berbagai pandangan tersebut. Sabtu, 24 November 2012
Agrifish Leadership Action
Hari ini entah kenapa semangat nulis membara setelah
mendengar “Bung Hatta memimpin bangsa bukan dengan orasi, bukan dengan aksi, namun
dengan sebuah coretan penuh makna bernama tulisan”
Agrifish Leadership Action telah usai digelar di Auditorium
Fakultas Pertanian UGM pada 24 November 2012. Entah mengapa setelah mengikuti
pelatihan kepemimpinan dengan tema “Membangun Karakter Kepemimpinan dalam
Menjawab Tantangan Global” ini jiwa dan semangat untuk berorasi dalam bentuk
coretan pena semakin besar. Mungkin ini adalah takdir (?)
Sabtu, 10 November 2012
Abroad
Mendengar kata abroad, rasanya ada desiran angin yang menerpa. Kalau ditanya kenapa? Aku tidak tahu alasan pastinya. Keinginan untuk abroad mulai muncul awal kelas tiga SMA karena melihat cerita salah seorang teman twitter tentang perjuangannya untuk survive di negara tetangga. Ya, modal utama untuk abroad adalah kemapuan bercakap dalam bahasa inggris dalam bentuk TOEFL. Dari situ aku mulai membiasakan untuk memposting segala sesuatu di twitter dengan bahasa inggris.Namun aku masih sesekali menggunakan bahasa indonesia.
Aku berusaha menata mimpi ini. Menata niat lebih tepatnya untuk abroad dan mulai kemandirian dinegara tetangga. Namun sepertinya perlu untuk dtinjau ulang mimpi dan niat tersebut. Kemampuan TOEFL ku yah, pas-pasan dan percakapan bahasa inggrisku pas digaris kata lumayan. Apalagi setelah aku membaca syarat-syaratnya yang semakin menciutkan mimpiku itu.
Man jadda wa jadda
Sampai saat ini aku masih percaya itu. Alloh tidak pernah tidur. Sekarang aku hanya bisa menata ulang mimpi-mimpi yang mungkin dianggap sebagian orang konyo itu dan berusaha untuk membuatnya menjadi nyata.
BISMILLAH^^
ARINTYAPF
Aku berusaha menata mimpi ini. Menata niat lebih tepatnya untuk abroad dan mulai kemandirian dinegara tetangga. Namun sepertinya perlu untuk dtinjau ulang mimpi dan niat tersebut. Kemampuan TOEFL ku yah, pas-pasan dan percakapan bahasa inggrisku pas digaris kata lumayan. Apalagi setelah aku membaca syarat-syaratnya yang semakin menciutkan mimpiku itu.
Man jadda wa jadda
Sampai saat ini aku masih percaya itu. Alloh tidak pernah tidur. Sekarang aku hanya bisa menata ulang mimpi-mimpi yang mungkin dianggap sebagian orang konyo itu dan berusaha untuk membuatnya menjadi nyata.
BISMILLAH^^
Senin, 22 Oktober 2012
I Need a Shoulder to Cry On
alone
and i feel lonely here
in this bad mood
hello this is my first time post this weird one use ma bad english ><
i dunno what will i do here
kkkk~
okay, lets having fun with this one
this post i'll tell you something
I NEED A SHOULDER TO CRY ON
yes, ma feeling tell to look for it
its not ma brothas, not ma parents, not ma friends
fuih T_______T
i cant tell anyone 'bout this
huaaaaa
Langganan:
Postingan (Atom)








